JUMLAH PENGUNJUNG

MOTO

MELAJU TERUS BERKARYA : Dengan mengucap rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa, saya mendukung Implementasi Kurikulum “ Edu Wisata ” SMP Negeri 1 Wangi-Wangi Selatan tahun Pelajaran 2025/2026, semoga dapat mencapai visi, misi dan tujuan sekolah.

Selasa, 14 Juli 2020

Tradisi Sombo (Sombo’a) Masyarakat Wakatobi

Sariono

Tradisi Sombo (Sombo’a) Masyarakat Wakatobi

Sombo (atau Sombo'a) adalah tradisi pingitan tradisional masyarakat Wakatobi, khususnya bagi gadis remaja yang mulai beranjak dewasa. Bagian dari rangkaian upacara adat Karia'a ini mengharuskan gadis tersebut berdiam diri di dalam rumah  selama 7-10 hari, mengenakan kunyit, dan menjalani prosesi pembersihan diri sebelum akhirnya diperbolehkan keluar. 

Berikut adalah detail mengenai tradisi Sombo di Wakatobi:

  • Tujuan dan Makna: Sombo merupakan simbol bahwa anak perempuan telah beranjak dewasa dan tumbuh di lingkungan yang baik, sekaligus persiapan menuju kedewasaan dan kesiapan untuk dipinang.

  • Prosesi Pingitan (Sombo'a): Gadis-gadis yang dipingit diwajibkan berdiam diri di rumah khusus  selama 7-10 hari.

  • Larangan dan Perawatan: Selama masa pingitan, mereka tidak diperbolehkan keluar rumah dan rutin menggunakan kunyit ke seluruh tubuh.

  • Ritual Tambahan: Selama di dalam, mereka menjalani ritual hepatirangga (mewarnai kuku dengan daun pacar).

  • Akhir Masa Pingitan: Tradisi ini ditutup dengan ritual hekire'a (pemotongan sedikit rambut) dan mandi menggunakan air doa yang dipimpin ketua adat.

  • Kaitan dengan Karia'a: Sombo merupakan bagian integral dari perayaan Karia'a (upacara sunatan/kedewasaan) yang biasanya diadakan setelah Idul Fitri atau Idul Adha. 

Tradisi ini menekankan tingginya nilai perempuan dalam masyarakat Wakatobi dan pentingnya menjaga kehormatan serta keindahan gadis muda. 

Tonton Link Video Sombo'a. KLIK video


Tidak ada komentar: