BAHAN AJAR: MERANCANG PROPOSAL USAHA KREATIF BERBASIS POTENSI LOKAL
Tema: Mengubah Potensi Wakatobi Menjadi Peluang Usaha yang Berkelanjutan
1. Menentukan Struktur Proposal Usaha Sederhana
Agar sebuah ide bisnis (seperti di Desa Liya atau Sombu) bisa didukung oleh investor atau pemerintah (seperti Dinas Pariwisata), ide tersebut harus disusun secara sistematis. Berikut adalah komponen utama proposal yang akan kita buat:
Nama Usaha & Lokasi: Harus unik dan mencerminkan kearifan lokal (Contoh: "Sombu Sunset Diving & Eco-Art" atau "Tenun Liya Modern").
Latar Belakang (The "Why"): Masalah apa yang ingin kalian selesaikan? (Review dari materi Pertemuan 3-4).
Produk/Jasa yang Ditawarkan: Penjelasan detail tentang apa yang dijual.
Target Pelanggan: Siapa yang akan membeli? (Turis asing, wisatawan lokal, atau masyarakat Wakatobi sendiri).
Strategi Pemasaran: Bagaimana orang bisa tahu usaha kalian? (Instagram, kerjasama dengan hotel di Wangi-Wangi, atau promosi di dermaga).
Anggaran Sederhana: Berapa biaya yang dibutuhkan dan dari mana keuntungannya?
2. Modeling: Teknik Menyusun Proposal yang Logis
(Guru mendemonstrasikan cara berpikir saat menyusun proposal menggunakan teknik "Think-Aloud")
Contoh Kasus: Usaha "Kuliner Kerupuk Ikan Liya Bahari"
Berpikir Kreatif: "Saya tidak hanya ingin menjual kerupuk ikan biasa. Saya ingin kemasannya menggunakan daun kelapa kering yang estetik (zero waste) dan di dalamnya ada kartu cerita tentang sejarah nelayan di Liya Bahari."
Berpikir Logis (Anggaran): "Saya butuh modal untuk membeli ikan dari nelayan lokal dan mesin pengemas. Saya akan menjualnya di pusat informasi turis dengan harga yang pantas karena ada nilai seninya."
3. Integrasi Teknologi: Menggunakan Canva untuk Proposal
Sebagai calon pelaku ekonomi di negara maju, kita harus mahir menggunakan alat digital.
Visual: Gunakan foto asli keindahan Benteng Liya Togo atau bawah laut Sombu (bisa riset di Google jika tidak ada foto pribadi).
Layout: Gunakan Template Proposal Bisnis di Canva agar terlihat profesional.
Pesan Utama: Pastikan tulisan terbaca jelas dan menarik perhatian.
4. Checklist Kesiapan Proyek (Latihan Terbimbing)
Sebelum presentasi di Pertemuan 6, setiap kelompok harus memastikan hal-hal berikut:
[ ] Apakah usaha ini merusak lingkungan? (Target: Harus berkelanjutan/ramah lingkungan).
[ ] Apakah masyarakat lokal dilibatkan? (Target: Memberdayakan warga Liya/Sombu).
[ ] Apakah idenya orisinal atau hanya meniru yang sudah ada?
[ ] Apakah proposal sudah mencantumkan identitas digital (misal: simulasi akun Instagram bisnis)?
5. Hubungan dengan Masa Depan Indonesia Maju
Pendidik memberikan penekanan penutup:
"Anak-anak, negara maju bukan hanya negara yang punya gedung tinggi, tapi negara yang rakyatnya mampu menciptakan nilai tambah dari apa yang mereka miliki. Dengan menyusun proposal ini, kalian sedang berlatih menjadi pemimpin ekonomi masa depan yang akan membawa Wakatobi dan Indonesia bersaing secara global."
Media Pembelajaran Pendukung:
Template Canva:
Contoh Proposal Bisnis Canva Inspirasi Lokal: Artikel
sebagai contoh nyata bahwa produk lokal bisa naik kelas.UMKM Wakatobi Menuju Global
LEMBAR CEKLIS ASESMEN FORMATIF/SUMATIF
Mata Pelajaran: IPS / Ekonomi Topik: Proyek Proposal Ekonomi Kreatif Wakatobi Pertemuan: 5-6
Nama Murid: ............................................................ Kelompok: ............................................................ Judul Proyek: ............................................................
| No | Kriteria Penilaian | Berkembang | Cakap | Mahir | Skor / Catatan Singkat |
| 1 | Orisinalitas Ide | [ ] | [ ] | [ ] | |
| 2 | Pemanfaatan Potensi Lokal | [ ] | [ ] | [ ] | |
| 3 | Struktur & Kelogisan Proposal | [ ] | [ ] | [ ] | |
| 4 | Kreativitas Digital (Canva) | [ ] | [ ] | [ ] | |
| 5 | Dampak Sosial (Social Entr.) | [ ] | [ ] | [ ] |
Tidak ada komentar:
Posting Komentar